SOLOK — Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat bersama Jasa Raharja Cabang Solok menggelar kegiatan Sosialisasi, Monitoring, dan Evaluasi (Monev) Keselamatan Pelayaran di Danau pada Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Batu Taba sebagai bentuk komitmen Jasa Raharja dalam meningkatkan keselamatan transportasi air, khususnya di kawasan wisata danau yang memiliki tingkat mobilitas masyarakat dan wisatawan cukup tinggi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kasubag Iuran Wajib (IW) Jasa Raharja Sumbar dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Barat, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Tanah Datar, dan Agam, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Solok dan Agam, Camat Batipuh Selatan, Wali Nagari Batu Taba, serta para pemilik kapal dan perahu wisata.
Kolaborasi lintas instansi ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan langkah dalam menciptakan pelayaran danau yang aman, tertib, dan berkeselamatan, seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata danau di Sumatera Barat.
Dalam sesi sosialisasi, Jasa Raharja menyampaikan tugas dan fungsi pengawasan keselamatan serta keamanan pelayaran, sekaligus menjelaskan peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada penumpang angkutan umum, termasuk angkutan wisata air. Para pemilik kapal dan perahu wisata juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya kelengkapan administrasi, kelaikan armada, serta penerapan standar keselamatan bagi penumpang, seperti penggunaan alat keselamatan dan kapasitas muatan yang sesuai.
Selain sosialisasi, kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi operasional pelayaran di lapangan. Tim melakukan identifikasi potensi risiko serta menghimpun masukan dari para pelaku usaha wisata air. Hasil Monev ini diharapkan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan transportasi danau, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan partisipasi aktif seluruh stakeholder yang hadir. Menurutnya, keselamatan pelayaran danau tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi dan komitmen bersama.
“Kami mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi perhubungan, hingga para pemilik kapal wisata. Sosialisasi dan monitoring ini sangat penting untuk memastikan standar keselamatan benar-benar diterapkan di lapangan. Jasa Raharja tidak hanya hadir saat musibah terjadi, tetapi juga aktif melakukan upaya pencegahan melalui edukasi dan pengawasan bersama, ” ujar Teguh.
Ia menambahkan, Jasa Raharja akan terus mendorong pelaksanaan kegiatan serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan publik yang responsif serta memperkuat budaya keselamatan transportasi. Melalui sinergi lintas instansi dan keterlibatan masyarakat, diharapkan risiko kecelakaan pelayaran danau dapat ditekan dan kepercayaan publik terhadap transportasi wisata air di Sumatera Barat semakin meningkat.

Updates.