SOLOK — Bencana tidak hanya meninggalkan jejak kerusakan, tetapi juga menjadi panggilan tanggung jawab bersama untuk bangkit secara terencana dan berkelanjutan. Berangkat dari semangat tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, S.Sos., M.Si, memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Bencana sekaligus penyusunan rencana kegiatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok pada masa transisi pemulihan, Senin (5/1).
Rapat yang digelar di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok ini dihadiri oleh Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Dr. Ir. Udrekh, S.E., M.Sc., seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Solok atau yang mewakili, serta para camat se-Kabupaten Solok. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk mengevaluasi langkah-langkah penanganan bencana yang telah dilakukan sekaligus menyatukan arah kebijakan pemulihan ke depan.
Dalam arahannya, Sekda Medison menegaskan bahwa masa transisi pemulihan merupakan fase krusial yang menuntut kehadiran negara secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
“Pemulihan tidak cukup hanya membangun kembali yang rusak, tetapi memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman, bermartabat, dan berdaya. Di sinilah kolaborasi menjadi kunci bagi kita bersama untuk bangkit dari musibah bencana, ” tegas Medison.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi yang berbasis data serta pengalaman lapangan agar setiap rencana kegiatan pascabencana tidak bersifat seremonial, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. Seluruh OPD dan kecamatan diminta untuk menyelaraskan program kerja masing-masing dengan rencana pemulihan yang terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui rapat evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya menjadikan proses pemulihan pascabencana sebagai momentum untuk memperkuat ketangguhan daerah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu membangun tata kelola penanganan bencana yang lebih responsif, inklusif, serta berorientasi pada keberlanjutan dan masa depan Kabupaten Solok.

Updates.