SOLOK – Instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar kebersihan lingkungan menjadi prioritas nasional, langsung direspon serius oleh Forkopimda Kabupaten Solok. Selasa (10/02/2026), seluruh elemen pemerintah, TNI-POLRI, pelajar, dan masyarakat turun tangan dalam aksi bersih-bersih massal (kurve) di Alahan Panjang.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, S.H., menyampaikan bahwa masalah sampah bukan lagi sekadar persoalan lokal, melainkan isu nasional. “Presiden menekankan secara tegas, setiap instansi harus menyisihkan 10–15 menit sebelum jam kerja untuk membersihkan lingkungan. Ini soal masa depan lingkungan kita, ” ujarnya.
Bupati juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, termasuk oknum ASN, yang masih membuang sampah sembarangan. “Saya masih melihat pegawai negeri membuang sampah dari motor atau mobil secara sembarangan. ASN harus menjadi teladan dan duta kebersihan di lingkungan masing-masing, ” tegasnya.
Dandim 0309/Solok, Letkol Inf Sugeng Riyadi, menegaskan bahwa sinergi TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan. Kurve massal ini digelar di beberapa titik strategis Alahan Panjang, yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Solok.
Sampah yang dikumpulkan langsung diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alahan Panjang. Kegiatan ini melibatkan Bupati Solok, Wakil Bupati H. Candra, S.H.I., Sekda Medison, S.Sos., M.Si., Kapolsek Lembah Gumanti AKP Brata Rahmad Sukarsih, anggota Koramil, Polsek, Satpol PP, serta masyarakat dan pelajar setempat.
Bupati Solok menegaskan, keberhasilan program pemerintah tergantung pada kesadaran kolektif masyarakat. “Perang terhadap sampah bukan hanya slogan. Pemerintah bisa memulai, tapi masyarakatlah yang menentukan berhasil atau tidak, ” pungkasnya.

Updates.